Mereka Inspirasi Terbaik

 Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikumwarahmatullahi wabarakatuh

Nama : Rita

NIM : 12001024

Prodi : Pendidikan Agama Islam

Kelas : 1 A

Biografi : Orang Tua

      Selamat datang di blog saya, sebelumnya saya akan memperkenalkan diri terlebih duhulu, supaya yang belum kenal jadi mengenal dan yang sudah menjadi lebih akrab🌸. Perkenalkan nama saya Rita. Saya berasal dari Perigi Limus, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas. Kini saya berkuliah di Institut Agama Islam Negeri Pontianak, prodi Pendidikan Agama Islam. Disini saya akan menceritakan biografi orang tua saya, oke selamat membaca untuk kamu, iya kamu🤗

    Ayah adalah pahlawan terbaik dalam hidupku. Beliau pekerja keras dan tekun dalam melakukan pekerjaan. Pekerjaan Ayah adalah petani, dan berkebun tanaman karet. Gaji Ayah tidak terlalu besar tetapi Alhamdulillah bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dapat dibayangkan begitu banyak kebutuhan kami jika dihitung dengan nilai, tetapi selalu ada rezeki yang didapatkan Ayah walaupun seadanya. Rezeki yang didapatkan Ayah walaupun sedikit tetapi kami bahagia karena jika kita bersyukur berapa pun nilainya itu sangat lah indah dan patut disyukuri segala nikmat yang Allah Subhanahu wa Ta'ala berikan.

    Ayah saya bernama Suhardi. Beliau lahir di Tengguli, 07 Februari 1960. Sekarang umur ayah sudah 60 tahun. Ayah tidak pernah merasakan bangku sekolah karena zaman dulu keluarga ayah tidak mampu menyekolahkan Ayah. Walaupun Ayah tidak bersekolah tetapi Ayah pandai dalam perhitungan matematika. Itulah mungkin yang membuat saya pandai dalam bidang matematika tetapi tidak tidak terlalu sih hehe...Apalagi sekarang sudah kuliah di IAIN Pontianak yang tidak ada pelajaran matematika, sudah banyak rumus yang terlupakan kalaupun belajar matematika kini pun masih bisa jika dipelajari lagi pelajarannya.

   Ayah berpostur badan yang tinggi, berhidung mancung dan mempunyai warna kulit yang sawo matang. Dikarenakan pekerjaan Ayah diluar maka ia harus siap menghadapi teriknya panas matahari yang menyengat. Ayah bekerja dari jam 06:00 pagi sampai jam 10:00. Terkadang sore Ayah juga bekerja. Ayah selalu mendukung anaknya terutama saya yang sedang kuliah, kalau tidak dengan izin beliau mungkin saya tidak bisa berkuliah jauh dari desa ini. Tetapi karena melihat keinginan saya yang kuat akhirnya Ayah pun luluh dan memberikan izin. 

    Ayah mempunyai mata yang masih normal dan pendengaran yang normal pula. Ayah juga motivasi bagi saya dalam menjalani hidup yang keras ini, beliau selalu mengatakan jika kita tidak berusaha maka kita tidak akan tahu hasil kedepannya. Oleh karena itu, kita harus berusaha dulu baru kita akan merasakan kesuksesan. Ayah orangnya sederhana, dan sedikit pendiam daripada Ibu. Tetapi ayah tetap bijaksana terhadap kami semua. Dan Ayah sangat tegas dalam memutuskan sesuatu karena jika tidak ya tetap tidak. Rambut Ayah masih berwarna hitam terkadang hanya ada beberapa helai rambut yang mulai memutih. Ingatan Ayah masih stabil dan ingatan Ayah termasuk masih cukup kuat.

   Untuk makanan Ayah tidak suka makanan yang banyak rempah-rempahnya, dan beliau tidak suka jajanan yang kami suka seperti bakso beliau tidak pernah mau makan bakso. Padahal itu enak tetapi karena memang tidak mau ya tidak dimakan. Ayah juga tidak bisa jika makan nya telat. Karena kondisi badan yang mengharuskan makannya teratur. Di usia Ayah yang tidak muda lagi, Ayah masih seorang kepala keluarga yang bertanggung jawab. Kondisi ayah sekarang Alhamdulillah sehat dan bisa beraktivitas bebas diluar. Ini karena Ayah sudah merasakan kerasnya hidup maka perjuangan beliau sangat besar. 

   Bayangkan saja dulu Ayah menikah dengan Ibu di usia belasan tahun, yaitu Ayah saat berumur 19 tahun dan Ibu berumur 16 tahun. Mereka menikah diusia muda dan dulu Ayah tidak mempunyai pekerjaan. Tetapi lama-kelamaan Ayah berkebun dan melakukan hal yang bisa mencukupi keluarganya. Ayah selalu tekun dan giat dalam bekerja itulah yang menjadi motivasi saya dalam kehidupan ini. 

Oke, kita lanjut bagian selanjutnya, jangan di skip, jangan di skip...


       Ibu adalah wanita tercantik dalam hidupku. Wanita yang telah berjuang yang perjuangannya sangat tidak terkira. Ia sangat berjasa dan sangat besar pengorbanan demi anak-anaknya. Ibu menjadi panutan dan contoh untuk kami bahwa kita harus selalu sabar. Ibu saya sangat sabar dan jarang marah. Karena menurut ibu marah itu tidak akan ada habisnya. Itu hanya akan membuat kita sakit hati. Jarang marah bukan berarti tidak pernah marah, Ibu marah jika anak-anaknya melakukan kesalahan. Menurut saya itu hal wajar karena semua Ibu pasti begitu terhadap anaknya karena itu berarti ia menyayangi anak-anaknya. Ibu saya bernama Sidrah. Beliau lahir di Perigi Limus, 12 Maret 1963. Dan sekarang usia ibu sudah mencapai 57 tahun.

     Ibu saya hampir sama tingginya dengan saya. Dulu ibu gemuk dan sekarang faktor usia agak kurusan dari sebelumnya, tetapi tidak terlalu kurus dan tidak juga gemuk seperti dulu. Ibu saya mempunyai warna kulit kuning langsat. Beliau tidak menyukai makanan yang gorengan yang asin-asin seperti bakwan tetapi beliau menyukai makanan yang manis-manis. Mata Ibu saya sekarang sudah berkurang dari biasanya bisa dikatakan rabun jadi harus sedia tetes mata untuk matanya agar bisa melihat. Katanya kalau menggunakan tetes mata, matanya menjadi lebih cerah jadi tetas mati harus tersedia dirumah. Kini rambut Ibu saya sudah memutih (beruban). Rambut Ibu kini sudah mulai menipis dibandingkan sebelumnya. Ibu selalu berjilbab jika ada acara atau kegiatan.

      Ibu bekerja sebagai petani yaitu menanam padi disawah. Sebenarnya usia ibu sudah mengharuskan untuk duduk dirumah tetapi ia tidak mau. Beliau ingin selalu bekerja. Ibu tidak bisa diam, karena ibu masih bisa bekerja dan masih kuat katanya. Karena kebanyakan orang disini semua petani maka makan pun seadanya, saya sangat bersyukur masih bisa hidup sederhana agar saya tahu perjuangan hidup. Hidup ini keras jadi perlu perjuangan yang keras dari nol.

  Pendengaran ibu masih normal. Ia masih bisa berkomunikasi dengan baik. Ibu saya sangat komunikatif terhadap orang. Ibu memiliki anak sebanyak 8 orang akan tetapi hanya 5 orang yang diberikan kesempatan untuk hidup didunia ini. Saya sangat kagum kepada Ibu karena ketegarannya dalam menghadapi hidup ini. Dan saya ingin menjadi seperti Ibu saya yang menikah hanya sekali. Ibu setia bersama ayah hingga kini masih hidup bersama. Semoga sampai jannah nya, Aamiin ya rabbal'alaamiin. 

    Ibu selalu memberikan perhatian dan kasih sayangnya kepada kami layaknya ibu yang lainnya. Ibu adalah wanita yang terbaik yang selalu mendampingi, mendukung setiap apa yang saya lakukan. Ibu selalu memberikan contoh yang baik pula kepada kami agar bisa melakukan hal yang baik saja dalam hidup. 

    Saya masih ingat ketika kami kecil dulu, ibu suka bercerita kepada saya dan kakak saya dulu. Saya dan kakak saya tersebut hanya berbeda satu tahun lebih. Ketika kami masih di bangku sekolah dasar, dulu listrik di desa kami sering mati dikala itu Ibu senang bercerita dari cerita fiksi maupun asal usul suatu daerah, gunung dan lainnya. Kami paling suka mendengarkan ketika listrik mati tersebut karena ada kebahagiaan tersendiri untuk kami. Ibu bercerita hingga kami sampai tertidur. Begitupun dengan Ayah juga tidak kalah menarik ceritanya selalu membuat penasaran. Kami selalu senang jika diceritakan pengantar sebelum tidur. Rindunya masa kecilku dulu yang tidak dapat di ulangi pada zaman ini.

    Semenjak sudah dewasa ibu tidak pernah cerita lagi dan juga listrik disini sudah berjalan dengan baik. Hanya saja ketika ada hujan yang lebat yang membuat aliran listrik rusak biasanya ada pemadaman aliran listrik di desa kami dan sekitarnya. Itulah yang membuat kami harus sabar menghadapinya. Ibu selalu memberikan senyumnya yang manis ketika dilihat, yang menandakan Ibu bahagia. Saya senang sekali ketika Ibu bahagia dan bisa tersenyum selalu. Bisa melihat mereka tersenyum adalah sumber tenaga dan kekuatan untuk diriku. 💕

    Selalu bahagia Ayah dan Ibu yang tercinta karena perjuangan mereka dalam membesarkan kami ini tidak dapat dihitung dengan nilai angka atau apapun. Saya sangat sedih ketika mengingat umur orang tua yang terus bertambah sedangkan diri ini masih berjuang dalam bangku perkuliahan. Masih belum bisa membahagiakan mereka. Semoga kedepannya saya maupun kakak-kakak dan abang-abang saya bisa membahagiakan mereka di dunia dan akhirat.

     Ibu juga pernah berkata di dunia ini kita bisa minta tolong kepada siapapun, tetapi kalau di akhirat kita tidak tahu. Jadi berbuat baiklah kepada sesama dan saling memberi. Kita juga bisa memberikan hal yang bermanfaat untuk orang lain agar menjadi amal jariah kita nanti. Ibu dan Ayah adalah inspirasi yang terbaik dalam menjalani hidup. 

     Sekian yang dapat saya sampaikan pada blog ini, semoga dapat mengambil hikmah dalam blog saya ini. Saya masih pemula maka mohon dimaafkan jika ada kata-kata yang salah. Saya akhiri dengan Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.🌻

Komentar